SELAMAT DATANG DI BLOG SENI-nya Mbah Atmo, kunjungi juga blog Mbah Atmo yang lain

3/18/2011

SEJARAH WAYANG (ASAL - USUL WAYANG)

Apabila kita berbicara tentang sejarah, maka kita akan membicarakan suatu peristiwa yang telah terjadi. Ada baiknya dalam sejarah tersebut kita tidak hanya membicarakan perkembangan
dari suatu peristiwa tersebut, namun perlu dibicarakan juga mengenai asal-usulnya.
Begitu juga dengan wayang, sebelum kita membicarakan mengenai perkembangan wayang dari waktu ke waktu, perlu kita ketahui asal usul dari wayang itu sendiri. Mengenai asal usul wayang terdapat kerancuan atau perbedaan pendapat antara para ahli pewayangan. Namun dari berbagai pendapat para ahli pewayangan tersebut apabila ditarik kesimpulan dan diambil garis besarnya, maka akan terdapat dua pendapat yaitu:
1. Pertunjukan wayang berasal atau setidak-tidaknya terpengaruh oleh pertunjukan tonil India purba yang disebut Chayanataka (seperti pertunjukan bayang-bayang/ shadow play)
2. Pertunjukan wayang adalah ciptaan asli orang Jawa.
Perbedaan asal usul wayang tersebut terjadi karena miskinnya data, sehingga sulit menentukan apakah wayang berasal dari India, Indonesia atau tempat lain. Disamping itu para ahli dalam menyelidiki asal usul wayang mengacu pada bukti-bukti dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda-beda sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, seperti ahli antropologi struktural etnologi/ antropologi budaya, sastra, dan lain sebagainya.
Nicholaas J. Krom dalam bukunya Hindoe Javaansche Geschiedenis sebagaimana dikutip Sujamto, menyebutkan adanya beberapa unsur karakteristik pada peradapan melayu terutama peradapan Jawa yang sudah ada sebelum kedatangan orang Hindu di Jawa, diantaranya adalah:
1. Sistem Irigasi
2. Proses Pembuatan Batik
3. Gamelan
4. Pertunjukan Wayang
Unsur-unsur budaya yang disebutkan oleh Krom tersebut, agaknya memang begitu mendasar, karena unsur budaya tersebut masih bertahan sampai saat ini. seperti kita ketahui bahwa keempat unsur budaya tersebut tetap eksis dan tetap memberi ciri khas budaya Bangsa Indonesia khususnya Jawa, seperti : irigasi yang sampai saat ini masih tetap ada dan merupakan cara yang efektif untuk mengairi sawah, sehingga petani tidak perlu repot mencari sumber air lainnya. Sedang proses pembuatan batik sampai sekarang pun masih ada dan kain batik tulis menjadi barang yang mahal harganya. Untuk produsen batik yang terkenal adalah batik Pekalongan dan Solo Jawa Tengah. Gamelan dan wayang (terutama wayang kulit) menjadi ciri khas budaya Jawa yang adiluhung dan diakui dunia Internasional, bahkan banyak orang-orang dari Barat (Eropa) datang ke Indonesia (Jawa) baik untuk penelitian maupun untuk belajar tentang gamelan dan wayang.
Adapun sumber-sumber untuk meneliti asal usul wayang antara lain adalah prasasti. Seperti prasasti Balitung yang berangka tahun 907 M, pada prasasti itu disebutkan pula pertunjukan wayang yang dinamakan “mewayang”, penggalan kata pada prasasti tersebut adalah sebagai berikut:
…..si nalu macarita bhima kumara mangigal kicaka/ si jaluk macarita ramayana/ mamirus mabanol si mukmuk/ si galigi mawayang buat hyang macarita bhima ya kumara…..
yang artinya kurang lebih begini :
…..sinalu dalam cerita bhima muda penguasa kicaka/ ia minta diselenggarakan Ramayana/ si mukmuk yang bergabung sebagai pelawak/ sigaligi mewayangkan untuk dewa dalam cerita bhima ya kumara….

Selain prasasti Balitung ada prasasti yang lainnya lagi yang digunakan sebagai sumber penelitian asal usul wayang, yaitu prasasti Jaha yang bertahun 840 M, dalam prasasti tersebut terdapat kata “ringgit”, prasasti Wahara Kuti (840 M), Prasasti Mantyasih (904 M), prasasti Candhi Perot (850 M), dan prasasti Wimalaasrama (930 M).

Tidak ada komentar: